RSUD Nganjuk Gelar Workshop Tatalaksana Keperawatan Bedah Saraf
Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Nganjuk kembali menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui penyelenggaraan Workshop Tatalaksana Keperawatan Bedah Saraf. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 April 2026 bertempat di Ruang Amarta Lantai 2 RSUD Nganjuk, dan diikuti oleh tenaga keperawatan serta tenaga kesehatan terkait di lingkungan rumah sakit.
Acara dibuka oleh Plt. Direktur RSUD Nganjuk, Sudarno, SE, MM. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya perawat, dalam menghadapi kasus-kasus bedah saraf yang membutuhkan penanganan cepat, tepat, dan terintegrasi.
Workshop ini menghadirkan 2 narasumber. Narasumber pertama yaitu dr. Muhammad Iqbal Mizani, Sp.BS, FICS, FISQua, yang merupakan dokter spesialis bedah saraf di RSUD Nganjuk dan narasumber kedua yaitu Eko Yudho Wibisono, S.Kep., Ners, yang menjabat sebagai Kepala Ruang ICU RSUD Nganjuk.
Dalam pemaparannya, dr. Iqbal menyampaikan materi terkait alur pelayanan bedah saraf yang sistematis dan komprehensif mulai dari penerimaan pasien, proses diagnostik, hingga penanganan pasien secara terpadu di rumah sakit. Selain itu, beliau juga menjelaskan pentingnya manajemen pre operatif yang optimal sebagai bagian dari keberhasilan tindakan bedah saraf. Materi yang disampaikan mencakup persiapan pasien sebelum operasi termasuk persiapan fisik dan psikologis pasien sebelum tindakan operasi dilakukan, koordinasi tim medis, hingga langkah-langkah tatalaksana selama dan setelah tindakan operasi. Tatalaksana selama dan setelah tindakan operasi yang optimal bertujuan untuk meminimalkan risiko komplikasi dan mempercepat proses pemulihan pasien. Penjelasan mengenai perawatan pasien bedah saraf secara komprehensif menjadi salah satu poin utama untuk memastikan keselamatan dan pemulihan pasien berjalan dengan baik.
Eko Yudho Wibisono, S.Kep., Ners menyampaikan materi mengenai penatalaksanaan Traumatic Brain Injury (TBI). beliau menyoroti peran penting perawat dalam perawatan intensif pasien bedah saraf, khususnya di ruang ICU dan mengupas secara mendalam mengenai penanganan pasien cedera otak traumatik, mulai dari penilaian awal, stabilisasi kondisi pasien, hingga perawatan intensif di ruang ICU. Penekanan diberikan pada pentingnya monitoring neurologis secara ketat, manajemen jalan napas, serta pengendalian tekanan intrakranial sebagai bagian dari upaya mencegah komplikasi yang lebih serius. Materi ini menjadi sangat relevan dengan strategi penanganan kondisi kritis yang sering dijumpai pada pasien pasca operasi bedah saraf.
Kegiatan workshop ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk menggali lebih dalam terkait kasus-kasus yang sering dihadapi di lapangan. Hal ini menjadikan suasana pembelajaran lebih dinamis dan aplikatif.
Melalui kegiatan ini, RSUD Nganjuk berharap dapat terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga keperawatan dalam memberikan pelayanan yang profesional dan berkualitas, khususnya dalam bidang bedah saraf. Dengan demikian, kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.