RSUD Nganjuk Lawan DBD : Yuk Kenali Gejala DBD di Hari Demam Berdarah Nasional
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk berkomitmen penuh dalam menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Nganjuk. Melalui peringatan Hari Demam Berdarah Nasional 2026, RSUD Nganjuk mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak lengah, mengingat DBD tetap menjadi ancaman nyata yang bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit ini umum terjadi di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia.
Nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus biasanya aktif dan menggigit pada pagi dan sore hari. Nyamuk ini biasanya hidup di genangan air yang tenang dan dasarnya bersih, seperti genangan air di ban mobil, sampah plastik, atau tempat minum hewan.
Faktor risiko demam berdarah
Seseorang lebih berisiko terkena DBD jika ia berada di daerah dengan kasus demam berdarah yang tinggi, terutama jika area tersebut padat penduduk.
- · Berusia anak-anak atau lansia
- · Sedang hamil
- · Memiliki daya tahan tubuh yang lemah
- · Pernah menderita demam berdarah sebelumnya : Infeksi sebelumnya dengan virus demam berdarah bisa meningkatkan risiko gejala parah jika kamu terkena demam berdarah lagi.
Gejala Demam Berdarah
Biasanya gejala DBD akan muncul mulai empat hingga 10 hari setelah mendapat gigitan nyamuk.
1. Demam tinggi
Ciri ciri dbd awal yang paling umum adalah demam tinggi secara mendadak, biasanya suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius. Demam ini bisa disertai dengan menggigil dan dapat berlangsung selama 2 hingga 7 hari.
2. Nyeri otot dan sendi
Banyak pasien demam berdarah yang mengalami nyeri otot dan sendi yang parah, sehingga sering disebut “demam bone-breaking”. Nyeri ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Nyeri otot dan sendi ini merupakan salah satu ciri-ciri demam berdarah yang paling umum dialami sebagai gejala demam berdarah.
3. Ruam kulit
Ciri-ciri demam berdarah juga berkaitan dengan masalah kulit. DBD bisa menimbulkan ruam kulit, dan biasanya muncul beberapa hari setelah demam terjadi. Ruam ini bisa berupa bercak merah dan dapat menyebar ke seluruh tubuh. Tingkat keparahan ruam bisa berbeda-beda, tergantung seberapa parah demam berdarah yang dialami.
4. Mual dan muntah
Mual dan muntah bisa mempengaruhi asupan makanan dan cairan. Hal ini terjadi karena respons tubuh terhadap infeksi dan bisa menyebabkan dehidrasi.
Ciri ciri DBD yang satu ini umum terjadi di berbagai penyakit lain. Namun apabila kamu mengalaminya disertai demam yang tinggi, segera konsultasikan kepada dokter untuk mengetahui diagnosanya.
Fase setelah demam turun merupakan fase kritis sehingga pasien harus diawasi secara ketat. Tanda bahaya yang perlu diawasi pada fase ini antara lain:
- · Nyeri perut yang berat
- · Muntah-muntah tidak kunjung berhenti
- · Lemas setelah sudah merasa membaik
- · Gelisah
- · Gusi berdarah atau mimisan
- · Muntah berdarah
- · Buang air besar berdarah
- · Jantung berdebar
- · Napas cepat
- · Kulit dingin, pucat, dan basah
- · Penurunan jumlah trombosit
Fase Demam Dengue
Perjalanan penyakit DBD umumnya terbagi menjadi tiga fase:
- · Fase Demam (Hari 1-3). Ditandai dengan demam tinggi mendadak, kulit kemerahan, mual, dan nyeri otot.
- · Fase Kritis (Hari 4-6). Demam mulai turun, namun fase ini berbahaya karena dapat terjadi kebocoran plasma darah dari pembuluh darah, yang berpotensi menyebabkan syok dengue.
- · Fase Pemulihan (Hari 7+). Tubuh mulai menyerap kembali cairan yang bocor, demam hilang, dan nafsu makan berangsur pulih
Pencegahan DBD difokuskan pada pengendalian vektor nyamuk:
- · Menguras: Membersihkan tempat penampungan air secara rutin.
- · Menutup: Menutup rapat tempat penampungan air.
- · Mendaur Ulang: Mengelola sampah barang bekas yang berpotensi menampung air.
- · Plus: Menggunakan losion antinyamuk, memasang kawat kasa, memakai kelambu, memakai pakaian panjang, melakukan vaksin dengue
Jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala di atas, segera lakukan:
· Tirah Baring (Bedrest)
Istirahat total.
· Cairan yang Cukup
Minum air putih, susu, atau jus buah minimal 2 liter per hari untuk mencegah dehidrasi.
· Kompres Hangat
Untuk membantu menurunkan suhu tubuh.
· Segera ke RSUD Nganjuk
Jika dalam 2-3 hari demam tidak kunjung reda atau muncul tanda bahaya seperti gusi berdarah dan nyeri perut hebat.