Tingkatkan Kompetensi Tenaga Medis, RSUD Nganjuk Sosialisasikan Penanganan Pasien Risiko Bunuh Diri & Perilaku Melukai Diri Sendiri
Dalam pelayanan kesehatan, Keselamatan pasien merupakan prioritas utama baik secara fisik maupun mental. Mengingat pentingnya hal tersebut, RSUD Nganjuk menyelenggarakan kegiatan "Sosialisasi Pencegahan Pasien Risiko Bunuh Diri & Perilaku Melukai Diri Sendiri" pada Selasa, 5 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan RSUD Nganjuk ini menghadirkan Narasumber Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, dr. Fendy Hardyanto, Sp.KJ, M.Kes. Peserta sosialisasi terdiri dari jajaran dokter umum, perawat, serta bidan dari berbagai unit pelayanan di lingkungan RSUD Nganjuk.
Acara dimulai dengan sesi pre-test untuk mengukur sejauh mana pemahaman awal para tenaga kesehatan terkait penanganan risiko bunuh diri. Dalam paparannya, dr. Fendy menekankan bahwa tenaga kesehatan adalah garda terdepan yang harus mampu melakukan deteksi dini, kunci utama penyelamatan nyawa dalam kasus ini adalah deteksi dini. Beliau menjelaskan secara detail tanda-tanda peringatan (warning signs) yang sering kali muncul pada pasien dengan risiko bunuh diri. "Mengenali tanda-tanda awal pasien yang memiliki kecenderungan melukai diri sendiri sangat krusial. Ketepatan kita dalam mengidentifikasi sinyal tersebut dapat menyelamatkan nyawa," ujar dr. Fendy.
Selain teori skrining / deteksi dini, para peserta juga dibekali dengan Pengkajian Pencegahan Pasien Risiko Bunuh Diri & Perilaku Melukai Diri Sendiri, Tata Laksana yaitu Prosedur medis yang harus segera diambil, Kewaspadaan dan Keselamatan Pasien dalam Upaya Pencegahan Kejadian Bunuh Diri dan Perilaku Melukai Diri Sendiri di Rumah Sakit, Pendokumentasian Hasil Skrining dan Intervensi Secara Lengkap Dan Benar.
Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi diskusi berlangsung. Para dokter, perawat, dan bidan aktif aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman nyata mengenai penanganan kasus-kasus sulit yang pernah mereka temui di lapangan. Pertukaran pengalaman ini memperkaya wawasan praktis peserta dalam menyusun solusi terbaik rencana tindakan yang paling aman bagi pasien sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Kegiatan diakhiri dengan sesi post-test untuk memastikan adanya peningkatan pemahaman setelah materi diberikan. Melalui sosialisasi ini, RSUD Nganjuk berharap dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat antar tenaga kesehatan lintas disiplin.
Dengan peningkatan kompetensi ini, RSUD Nganjuk berkomitmen untuk terus memberikan penanganan yang optimal dan komprehensif, demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih aman dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Nganjuk.